Perbincangan

setelah itu di ruang asrama Maiden
“benarkah itu wid”Tanya Dina dengan sangat antusias
“iya.. beneran aku lihat sendiri”sahut naras
“wah kita harus merayakan keadaan ini”yossi tiba tiba datang dari bathroom
“dalam rangka apa?”tanya widi heran sambil menggaruk garuk kepala
“dalam rangka…”naras menghentikan kata katanya
“hari…”
“jadian”
“Widi Picho dan Wachid trusdale..”yosi dan naras bersahutan
“tambah satu lagi Prikitiuw… eh iya nama depan kalian kan W jadi kalian 2W
“ah nyebai… eh,bagaimana pertemuanmu dengan rose??”widi bertanya pada yosi
“Mau tahu???… beneran mau tahu..”yosi memancing para sahabatnya
“gimana.. gimana.. bagaimana…???”widi naras dina bersahutan
“mau tahu ajach..!! yee.. yee.. ye.. yeee.. yeee..”yossi sambil berlari pergi
“Wuuu… Curang!!!”kata mereka sambil melempar sandal dan kertas
Esok harinya widi sudah berangkat lebih awal demi mlihat kodisi trusdale
“Eh.. widi mana??”Tanya naras
“Widi ilang po??”sahut Dina
“Enggak.. dia udah berangkat tadi .. cepat kalian mandi…!!”tukas yossi selesai mandi
“iya bu….!!”sahut mereka dan mengambil handuk
Siangnya widi menjalani detensi sendiri karena wachid sedang ada latihan basket untuk pertandingan
antar sekolah jadi wachid meminta ijin dan dikabulkan ibu detensi
“huh jadi lam kalo ga ada trusdale..”keluh Widi
“HEIII!!!”naras,yosi,dina mengagetkan sahabatnya itu
“Kalian… ada apa kalian kemari?”tanya widi
“boleh kami Bantu Tuan putri??”Dina dengan gaya pelayan kerajaan
“boleh…, dayang dayang tolong bersihkan bagian sana ya” widi memerintadengan cara putri Raja
“Baiklah tuan Putri… hamba laksanakan”Yosi,naras,dina bergantian
mereka membantu widi dengan penuh semangat 45 dan kegembiraan tap tanpa sadar Dina menoleh ke arah
pintu dan melihat bocah lelaki sedan membaca sambil berjalan..
“wid siapa itu..”tanya dian berapi api
“oh dia dia Amkan Mc.Zain celtic kebangsaan amerika yang kalian sebutkan..”
“Oh.. tampan juga ya…”dina denga mata manja
“heh… dayang Dina ayo teruskan pekerjaanya,jangan lihat laki laki terus..”kata widi menghapus lamunan dina
“baik.. tuan putri, hamba laksanakan”jawab Dina dengan membungkuk
Selesai membersihkan ruangan widi deberi tahu guru biology bahwa detensi cuma sampai hari ini
besok akan dilakukan oleh wachid seorang
“benarkah bu.. thank you”sahut widi bergembira
“benar.. jadi selamat siang anak anak…”
“huh hari yang melelahkan…”tukas naras
“benar hari yang sangat melelahkan huh..”sambung yosi
Di halaman sekolah di situ wachid menunggu widi… setekah tahu widi datang ia menarik tangan widi dan masuk ruang
musik dan meutup pintu
“apa yang mereka bicarakan??”tanya naras
“ga tahu kita nguping aja bagaimana.??”tanya dina kepada sahabatnya tentang idenya
“boleh juga”jawab keduanya bersamaan
setelah menutujui mereka lalu mendekatkan kuping mereka ke pintu
“terima kasih kau sudah membersihkan luka ku kemarin”ungkap wachid
“ah biasa saja.. justru aku harusnya berterima kasih bila kau tdiak menghentikan gerakan rak alamari tersebut
maka aku akan…. mati”jelas widi sambil menundukan kepala yang wajahnya telah memerah
“Wid aku harus mengatakan ini padamu bahwa aku….”wachid memotong pembicaraannya
“apa yang ingin kau katakan”wajah widi mengeluarkan senyuman termanisnya kepada trusdale
“aku… aku… aku… aku…”wachid gemetaran mengatakan sesuatu
“ya..ya.. adap apa…”jawab widi dengan penasaran
wuzz angin bertiup sepoi sepoi menghantam tubuh mereka bertiga yang menguping pembicaraan wachid-widi
tiba tiba…
“hei apa yang kalian lakukan di sini.. apakah kalian seharusnya sudah pulang”penjaga sekolah bertanya
“sssssttt.. sebentar lagi pak”jawab mereka bertiga lalu mereka mendekatkan telinga mereka kembali ke pintu
dan tidak terdengar suara
lalu “ngeek”pintu terbuka mereka bertiga kaget dengan reflek yang cepat mereka membetulka posisi mereka
“apa kalian sudah selesai”tanya yosi dengan raut muka tidak mempunyai dosa
“sudah selesai koq”jawab mereka berdua
“ayo wid kita pulang”sahut naras lalu menggandengnya
mereka berempat pulang sekali widi menengok ke belakang dan wachid menganggukan kepala
selesai makan malam dan kembali ke ruan tidur
“apa yang kamu dan Mr.trusdale lakukan disana???”tanya naras
“kami sedang.. bercakap cakap”sahut widi
“benarkah setelah bercakap cakap kami….”widi memotong kalimatnya
“APA???”dina tak sabar mendengar pengakuan widi
“kamii….. kami.. kami..”
To BE CONTINUED

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s