Hari Pertama Masuk

“…Kamu siapa…??”tanya widi sambil menarik tangan bocah lelaki itu sampai ia berdiri
“kamu murid baru ya,wajar saja.. Namaku Ryan Rose asrama Celtic dari prancis”jawab ryan sambil bersalaman
“saya Widi Picho asrama maiden dari Luxemburg.. salam kenal”jawab widi
“oh… ya.. ini hampir malam sebaiknya kamu kembali ke asrama untuk makan malam”kata ryan mengingatkan
“ya, daah.. ryan..”jawab widi sambil berlari ke asrama
“hei tunggu…!! Titip Salam besok temui aku di ruangan multimedia jam 3 sore dariku untuk Yossi ok?”sahut ryan
“ok.. akan saya sampaikan… sampai jumpai”kata widi sambil melambaikan tangan…
Malam pun menerjang angin dingin merasuk ke siswi asrama maiden di dalam jacket dan baju hangatnya
“Hei Yos Ada yang mau saya sampaikan”widi memulai pembicaraan
“Apa?”jawab yosi ketus dengan mulut penuh dengan daging
“Ih.. menjijikkan telan dulu baru kunyah..”sahut naras sambil cekikikan melihat tingkah temanya
“kamu tidak diajari sopan satun makan Pa?”kat dina yang menahan tawanya..
“glek.. glek.. glek.. huh apa yang ingin kau sampaikan”
“kau tadi mendapat salam dari. Anggota ‘hartawan'”lanjut widi
“DARI SIAAAPAAA?”jawab yosi bersungut sungut..
“Dari Ryan rose katanya kau harus menemuinya besok di ruang multimedia jam 3 tepat”lanjut widi…
“Apa yang dia ingin Sampaikan yaw…????”Dina dengan rasa ingin tahu
“Baiklah aku akan kesana..”jawab yosi
“Prikitiuw”Naras menjawabnya
“Tapi kalian tidak boleh mengikutiku”jawab yosi
“yah.. Kukira akan bisa melihat acara dating Yosi-Ryan Ternyata Empunya Galak juga”jawab dina dengan senyum kejahilan
“Heh.. Awas kamu..” yosi mengejarnya ke seluruh ruangan.. sementara itu ke dua temanya yang lain hanya bisa tertawa
“Oh ya Wid.. Apakah kamu bertemu dengan salah satu murid asrama celtic selain Ryan.. yang kamu kagumi”pancing Yosi
“ah tidak ada hanya tadi bertemu Ryan aja..”tutup Widi Menyembunyika sesuatu lalu pergi ke tempat tidur
“Anak… Aneh…”gerutu naras lalu meminum soda yang tersisa dari gelasnya lalu beranjak tidur..
“… zzz.zzzz.zzz.zzzz.zzz.zzz.zzzzz.zzzz…..zzzz…zzz……zzzz…..z…zzzzz…zzz….zz.z..z”
“kringgg….ring..ring….”Alarm berbunyi Semua siswa celtic bangun lalu melakukan senam ringan
“huh.. Hari Senin aku tidak suka hari ini”gerutu Ryan
“ih waw jangan terlalu marah begitu”jawab amkan di sampingnya
Setelah selesai siswa celtic berangkat ke sekolah
“eh Mr.sempurna dari kemarin tidak kelihatan di mana orangnya”wachid bertanya
“iya dari kemarin ga muncul”jawab amkan muncul diiringi tawa 2 temanya tersebut
setelah sampai di kelas mereka mengobrol tentang Tim sepakbola faforit mereka
lalu “tweeeeeettttt” bel berbunya menandakan pelajaran di mulai
“good morning class”sir fergie memulai pelajaran
“good morning sir fergie”jawab semua murid
“ada berita menyedihkan ayah mr.princeton meninggal jadi mr.princeton tidak hadir selama 1 bulan”kata sir fergie
“oh begitu pak”jawab Wachid penuh perasaan
“kalau begitu keluarkan pr hal 11”
“hah Pr aduh aku lupa mengerjakan”bisik wachid dalam hati
“Mr.trusdale tolong jawab soal no 1”
“maaf pak saya tidak mengerjakan”
“apa kalau begitu masuk Ruang Detensi Sekarang!!!”bentak sir Fergie keras membuat wachid langsung keluar kelas
“sialan…. kenapa aku lupa???”jawab wachid dalam hati
Di ruang detensi bertemu dengan Widi yang diam seribu bahasa yang melihat wachid datang
“halo wid… apa yang kamu lakukan disini”salam wachid
“aa.aa.aa. aku terkena hukuman dari guru biology lalu di suruh kesini”jawab widi gemetaran
“kamu Mr.trusdale akan membersihkan ruang ipa bersama Mrs.Picho selama tiga hari selesai pelajaran”kata guru detensi
“Apa…bersama Mrs. Picho yang benar saja”protes Wachid
“apa kamu ingin memperberat detensi kamu”jawab guru detensi
“ya.. tidak bu tapi tapi..”sahut wachid
“tidak ada tapi tapian detensi dimulai SIANG INI!!!,mengerti?”sahut guru detensi memotong kata kata wachid
“baik bu”jawab mereka serentak lalu pergi meniggalkan ruang detensi
siang harinya stelah selesai seharusnya wachid mengikuti latihan basket tapi ada detensi jadi meminta ijin pelatih
baru ke ruang peralatan ipa dan membersihkan ruanganya…
“se..se..se..lamat siang wachid”sapa widi penuh senyuman
“selamat siang wid”balas wachid dengan senyuman pula
lalu mereka membersihkan ruangan ipa tapi…
“sreg sreg sreg loh…” lemari berisi kaca hampir jatuh dengan reflek widi menutup telinga dan melindungi matanya
tapi ada sesuatu yang aneh dia tidak merasakan apa apa setelah membuka mata ternyata wachid sudah merapikan rak
tapi ada kaca yang pecah dan ada tetesan darah
“kamu tidak apa apa?”tanya wachid tanpa menoleh
“tidak”jawab widi lalu menghampiri wachid yang masih berdiri lalu melihat keningnya terluka
widi mengambil sapu tangan dan mengusapkanya
“kamu terluka biar aku bersihkan”widi sambil mengusap keningnya yang terluka
tiba tiba wachid menggemgam tangan widi dan mengusapkan ke kening dan pindah ke dadanya
mereka tidak sadar dari tadi seorang perempuan melihat kejadian itu…
“WIDI???!!!”teriak naras
“Naras”sahut widi lalu…
TO BE CONTINUED

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s